Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara, Seorang Siswa Alami Luka Bakar 40%
Majalah Jakarta Utara — Tragedi ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Selasa (11/11/2025) menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Seorang siswa, yang masih berusia 15 tahun, mengalami luka bakar parah hingga 40% di tubuhnya akibat insiden tersebut.
Ayah korban, Budi Santoso, menceritakan detik-detik saat ledakan terjadi. “Anak saya sedang berada di ruang laboratorium kimia ketika tiba-tiba terdengar ledakan keras. Saya langsung panik saat mendengar kabar ia terluka parah,” ujarnya dengan suara bergetar.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Tim medis menyatakan kondisi luka bakar cukup serius dan membutuhkan perawatan jangka panjang, termasuk kemungkinan operasi kulit dan rehabilitasi fisik.
Kepala Sekolah SMAN 72, Ibu Ratna Dewi, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan memastikan seluruh siswa lainnya dalam kondisi aman. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Saat ini pihak sekolah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan dinas terkait untuk melakukan investigasi penyebab ledakan serta memastikan keselamatan seluruh siswa,” katanya.
Pihak kepolisian Jakarta Utara telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap sumber ledakan. Dugaan awal mengarah pada bahan kimia yang tersimpan di laboratorium. Aparat kepolisian juga memastikan bahwa keamanan sekolah akan ditingkatkan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, pemerintah kota melalui Suku Dinas Pendidikan dan Pemadam Kebakaran Jakarta Utara menyiapkan bantuan psikologis dan pendampingan bagi seluruh siswa yang mengalami trauma akibat kejadian ini. Orang tua siswa juga diimbau untuk memberikan dukungan moral dan tetap waspada terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya protokol keselamatan di sekolah, khususnya di laboratorium yang menyimpan bahan-bahan kimia. Sekolah diharapkan melakukan pemeriksaan rutin dan pelatihan bagi guru serta siswa terkait keselamatan kerja dan penggunaan bahan kimia.
Masyarakat Jakarta Utara berharap proses investigasi bisa segera selesai sehingga langkah-langkah preventif dapat diterapkan, mencegah tragedi serupa dan memastikan keamanan siswa di masa mendatang.
