
Majalah Jakarta Utara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Utara mencatat terjadinya banjir rob di sejumlah titik pesisir pada kawasan Jalan Dermaga Ujung Muara Angke, RW 022, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis siang. Kejadian tersebut dipicu oleh meningkatnya pasang air laut yang biasa terjadi pada periode siang hingga sore hari.
Kasatgas BPBD Jakarta Utara, Vitus, mengatakan bahwa banjir rob mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 13.20 WIB, merendam beberapa Rukun Tetangga (RT) di wilayah pesisir tersebut.
“Banjir rob melanda sejumlah RT di RW 22 Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, pada Kamis siang sekitar pukul 13.20 WIB,” ujarnya di Jakarta.
Menurut Vitus, ketinggian air tertinggi tercatat di RT 001 dan RT 002, yang pada puncak pertama gelombang banjir mencapai 25 sentimeter (cm). Sementara itu, genangan lebih rendah terpantau di RT 005 dengan ketinggian sekitar 5 cm. Meski relatif dangkal, genangan tetap mengganggu aktivitas warga, terutama akses jalan serta kegiatan nelayan di dermaga.
Ia menjelaskan bahwa fenomena banjir rob di kawasan tersebut kerap terjadi ketika permukaan laut sedang mengalami pasang tinggi. Kondisi topografi wilayah pesisir utara Jakarta yang rendah juga membuat air lebih mudah meluber ke area permukiman apabila sistem drainase tidak mampu menahan debit air laut.
Gelombang banjir rob kembali terjadi pada pukul 15.30 WIB, ketika pasang susulan datang dan kembali merendam RT 001 dan RT 002, meskipun dengan ketinggian yang lebih rendah, yakni sekitar 15 cm. BPBD menyebutkan bahwa kondisi ini berlangsung secara bertahap, seiring naik-turunnya pasang laut pada periode sore.
Petugas BPBD bersama unsur Satpol PP dan PPSU dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga, memantau pergerakan air, dan memastikan jalur evakuasi tetap aman bila diperlukan. Hingga sore hari, banjir rob terpantau stagnan namun cenderung surut seiring menurunnya pasang air laut.
BPBD Jakarta Utara mengimbau warga di kawasan pesisir, khususnya yang tinggal pada zona rawan rob, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat fenomena pasang purnama masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
