
Jakarta Utara Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Utama 2025
Majalah Jakarta Utara – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara berhasil mempertahankan prestasinya dengan meraih Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Utama 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia. Pengumuman resmi penghargaan ini disampaikan pada Sabtu (16/11/2025) melalui laman resmi Kemen PPPA, menegaskan komitmen Jakarta Utara dalam melindungi, membina, dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di wilayah pesisir ibukota ini.
“Alhamdulillah, Jakarta Utara kembali mempertahankan penghargaan KLA 2025 dengan tingkat Utama. Ini merupakan bukti nyata kerja keras dan komitmen seluruh jajaran pemerintah kota, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Muhammad Andri, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Asminra) Sekretaris Kota Jakarta Utara, saat diwawancarai di kantornya, Jakarta.
Makna dan Dampak Penghargaan KLA
Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Utama diberikan kepada daerah yang berhasil menunjukkan pencapaian signifikan dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, menjamin hak-hak anak, serta membangun fasilitas yang mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Penilaian dilakukan berdasarkan indeks indikator lima aspek utama, yaitu:
-
Hak Sipil dan Kebebasan Anak – memastikan anak memiliki kesempatan berpartisipasi dalam proses sosial, pendidikan, dan budaya.
-
Kesehatan dan Kesejahteraan – tersedianya akses layanan kesehatan berkualitas, imunisasi lengkap, serta program gizi dan psikososial.
-
Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya – tersedianya sarana pendidikan, ruang bermain aman, dan fasilitas budaya.
-
Perlindungan dari Kekerasan, Eksploitasi, dan Diskriminasi – adanya sistem pelaporan, layanan psikologis, serta mekanisme hukum bagi anak korban kekerasan.
-
Kehidupan Keluarga dan Lingkungan yang Mendukung – lingkungan fisik dan sosial yang ramah anak, partisipasi orang tua, serta program pemberdayaan keluarga.
Dengan mempertahankan predikat Tingkat Utama, Jakarta Utara berhasil menorehkan prestasi yang menempatkan kota ini di peringkat atas nasional dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan anak.
Upaya Kolektif yang Menjadi Kunci
Menurut Muhammad Andri, pencapaian ini bukan hanya kerja Pemkot, tetapi hasil kerja kolektif seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga peran aktif masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi non-pemerintah (LSM).
“Penghargaan ini semakin memotivasi semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas hidup anak. Kami ingin setiap anak Jakarta Utara bisa tersenyum, merasa aman, nyaman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian mereka,” ujarnya.
Beberapa program konkret yang menjadi faktor penentu keberhasilan Jakarta Utara antara lain:
-
Pembangunan Ruang Publik Ramah Anak (RPRA)
-
Taman bermain dan fasilitas olahraga yang aman bagi anak di setiap kecamatan.
-
Perpustakaan mini dan ruang baca untuk mendukung pendidikan non-formal.
-
-
Program Edukasi dan Pencegahan Kekerasan Anak
-
Pelatihan bagi guru, orang tua, dan kader masyarakat dalam mendeteksi dini potensi kekerasan atau eksploitasi anak.
-
Hotline pengaduan anak yang siap melayani 24 jam untuk memberikan perlindungan dan pendampingan psikologis.
-
-
Penguatan Pendidikan dan Kesehatan Anak
-
Program imunisasi lengkap, penyuluhan kesehatan gizi, dan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah.
-
Pemberian beasiswa dan akses pendanaan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
-
-
Kegiatan Budaya dan Pengembangan Kreativitas Anak
-
Festival anak, lomba seni, dan kegiatan kreatif lain yang mendukung bakat dan potensi anak-anak.
-
Pelibatan anak-anak dalam forum konsultasi publik untuk menyuarakan aspirasi mereka.
-
Harapan ke Depan
Dengan predikat Tingkat Utama ini, Pemkot Jakarta Utara berharap dapat:
-
Memperluas program ramah anak ke seluruh kelurahan, termasuk kawasan pesisir dan pemukiman padat.
-
Meningkatkan partisipasi masyarakat dan sektor swasta dalam membiayai fasilitas dan program anak.
-
Memastikan keberlanjutan program KLA, sehingga pencapaian ini tidak berhenti pada penghargaan semata, tetapi menjadi budaya kota yang berorientasi pada anak.
Muhammad Andri menekankan, “Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Namun, menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, menghadirkan fasilitas terbaik, serta memastikan anak-anak Jakarta Utara tumbuh sehat, cerdas, kreatif, dan terlindungi.”
