
Jakarta (ANTARA) – Satpol PP Jakarta Utara Libatkan 100 Warga sebagai Masyarakat Peduli Trantibum
Majalah Jakarta Utara – Sebanyak 100 warga Jakarta Utara resmi dilantik sebagai Masyarakat Peduli Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) dalam upaya memperkuat pengawasan dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Pelantikan berlangsung di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (21/11/2025), dengan dihadiri Wakil Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta, Rizky Adhari Jusal, dan Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian.
Dalam sambutannya, Rizky Adhari menekankan pentingnya peran serta warga dalam menjaga trantibum. “Partisipasi aktif warga dalam mewujudkan ketertiban dan keamanan di wilayahnya sangat krusial. Melalui program Masyarakat Peduli Trantibum, warga dapat menjadi mitra Satpol PP dalam menjalankan fungsi pengawasan dan edukasi masyarakat,” ujar Rizky.
Pelibatan warga ini mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 57 Tahun 2021 tentang Organisasi Perangkat Daerah, dan Instruksi Kasatpol PP Nomor 241 Tahun 2021 mengenai pembentukan Masyarakat Peduli Trantibum. Regulasi tersebut mengatur bahwa warga yang tergabung akan berkoordinasi dengan Satpol PP, ikut mengedukasi masyarakat, serta membantu menjaga ketertiban umum melalui pemberdayaan potensi lokal.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program Satpol PP Goes to School dan Pembinaan Pelajar Duta Trantibum (Prabu Jakarta) yang bertujuan menanamkan kesadaran hukum dan disiplin sejak usia sekolah. “Kami mengedukasi pelajar agar memahami pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati peraturan, sehingga generasi muda menjadi agen perubahan yang dapat menularkan nilai ketertiban di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tambah Rizky.
Para warga terpilih sebagai Masyarakat Peduli Trantibum memiliki tanggung jawab ganda: pertama, menjaga ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing; kedua, menjadi penghubung antara warga dengan Satpol PP. Mereka akan memantau berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari pelanggaran perda hingga ancaman kriminalitas kecil yang dapat berkembang menjadi masalah serius. Edukasi kepada warga tentang penerapan protokol keamanan, pengelolaan lingkungan, dan kesadaran hukum menjadi salah satu fokus utama program ini.
Kasatpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian, menambahkan bahwa masyarakat peduli Trantibum tidak hanya bertindak sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator dialog antara pemerintah dan warga. “Dengan melibatkan warga secara langsung, kita bisa menciptakan lingkungan yang kondusif dan masyarakat yang lebih sadar hukum. Mereka adalah ujung tombak Satpol PP di lapangan,” ujar Budhy.
Pelantikan warga ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga yang terlibat menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan tugas, termasuk patroli ringan di lingkungan, mendata potensi gangguan keamanan, dan memberikan informasi cepat kepada Satpol PP bila terjadi insiden yang mengancam ketertiban.
Program Masyarakat Peduli Trantibum di Jakarta Utara menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan warga dapat memperkuat keamanan lingkungan. Keberadaan warga yang aktif dan sadar hukum diharapkan dapat menurunkan angka pelanggaran ketertiban, mendorong partisipasi masyarakat, dan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan langkah strategis ini, Satpol PP Jakarta Utara menegaskan bahwa ketertiban dan keamanan bukan semata-mata tugas aparat penegak perda, melainkan tanggung jawab moral seluruh warga. Program ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah DKI Jakarta untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya, selaras dengan visi Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing.
